Jan 19, 2010

Ronggo Warsito


Raden Mas Burhan, adalah nama kecil Ronggo Warsito putra Tumenggung Tjokro Negoro,kerabat keraton Surakarta. orang pasti sudah tak asing lagi dengan karya-karya besar pujangga besar ronggo warsito ini. seperti kitab serat wirid idayat jati, ramalan2 tentang munculnya jaman edan atau ratu adil, satrio paningit yang di tulis dalam Serat kala tida dsb. Tapi mungkin orang tidak banyak tahu bahwa di balik sukses besar ini berangkat dari masa lalu yang sangat menggelikan, sebuah kenangan pahit yang tak akan terlupakan sepanjang zaman.

Pujangga keraton solo yang mashur itu ternyata punya masa lalu yang hitam. ia pernah di usir kyainya karena kenakalannya sewaktu di pondok pesantren Tegalsari ponorogo.
Setelah mendengar kealiman dan karomah kyai hasan besari tegalssari, ponorogo yang di hadiahi putri dalem kanjeng sinuwun itu, ki tumenggung bermaksud mengirimkan putranya rm.burhan yang terkenal nakal itu ke pondok pesantren tegalsari. keberangkatan rm.burhan di derekkan dua abdi dalem setia yaitu onggolilo dan kromo leyo. tiba di tegalsari di terima oleh kyai hasan besari menjadi santrinya. Rm.burhan mendapatkan fasilitas istimewa dari sang kyai, karena pada waktu itu kerabat keratontermasuk priyayi yang sangat di segani di tengah2 masyarakat.

Tapi Rm.burhan tidak tahu di untung. kebiasaanya di rumah di bawa ke pondok. selama setahun mondok suasana tegalsari menjadi tidak tentram. teman2nya di ajak menyabung ayam,judi dan plesiran. lama-kelamaan terjadi kerusakan di pondok disebabkan hal2 tsb. keadaan ini sangat memprihatinkan kyai hasan besari. setelah di peringatkan beberapa kali tidak juga jera, akhirnya Rm.burhan di usir dari pondok pesantren tegal sari ponorogo.

Keajaiban terjadi setelah Rm.burhan di usir dari pondok, banyak santri yang menderita sakit yang tidak jelas penyebabnya. karena saking banyaknya santri yang sakit secara bergantian, terganggu pula kegiatan belajar di pondok ini. kyai hasan besari semakin prihatin dan sedih hatinya. akhirnya sang kyai memutuskan untuk segera melakukan istikhoroh, minta petunjuk dari Allah untuk mengatasi cobaan yang silih berganti menimpa pondok tegal sari.dalam mimpinya sang kyai mendapat isyarat agar memanggil kembali Rm.burhan kembali ke pondok tegalsari. rupanya pengusiran Rm.burhan inilah yang menyebabkan cobaan2 tak kunjung reda.
Setelah kembali ke pesantren,Rm.burhan di ajar secara khusus oleh kyai hasan besari.ternyata bakat Rm.burhan besar sekali, ia lebih menyukai ilmu tasawuf yang berhubungan dengan mistis dan hakekat. dalam waktu singkat,Rm.burhan bisa menyerap dan menguasai ilmu2 yang di ajarkan kyainya.
Setelah di rasa cukup,Rm.burhan di perintahkan gurunya untuk pulang ke keraton. karena pengaruh besar kyai hasan besari,Rm.burhan di angkat menjadi penasehat kanjeng sinuwun dan sekaligus sebagai pujangga keraton Surakarta.

Seorang pujangga islam terbesar pada masa itu dengan karya2nya yang kontroversial dan kematiannyapun meninggalkan seribu misteri yang tidak terpecahkan, coba saja baca karya Ronggo Warsito yang berjudul "Serat Kala Tido" itu, pasti siapapun akan kagum dan tercengang. karya2nya tidak melukiskan masa lalu, tapi melukiskan keadaan masa yang akan datang.

Seorang pujangga arif yang tidak akan lekang oleh perputaran zaman. "Ronggo Warsito"yang pernah nakal itu hidup pada seratus tahun yang lalu,dan tetap bersenandung dengan keabadian karya2nya sepanjang zaman.

Bookmark and Share



2 komentar:

Mochamad on May 10, 2010 at 7:39 PM said...

tibaknya, eh ternyata seorang raden, baru tahu mas kalo ki ronggo warsito itu raden. saya save dan makasih infonya, salam kenal blogger nganjuk.

http://bikindesainsitus.web.id

mujib on September 11, 2010 at 9:46 PM said...

yoi...

Post a Comment

 

© Copyright 2011. All Right Reserved by WeLcoMe to Mujib's Blog | Blog Asli Ponorogo | Media Berbagi Pengetahuan Via Online